jump to navigation

Catatan 2: It’s Really Good Service July 2, 2010

Posted by lapsippipm in opinion.
trackback

David Efendi, Aktifis  Parwi

Sama sekali coretan ini tidak dimaksudkan mengolok-olok buruknya pelayanan publik di negara dimana penulis berasal lantaran ada kalimat-kalimat yang membanggakan atau takjub pada pelajayanan di negara orang, dalam hal ini mencoba membaca pelayanan publik di airport beberapa negara yang sempat penulis lewati yaitu di Changi air port (singapure), Narita-Tokyo (japan), and Honolulu (Hawaii State of USA).

Dari sejumlah media surat kabar dan TV serta beberapa temen yang cerita melalui FB, kesimpulan itu muncul bahwa di Soekarno-Hatta air port sering terjadi pembukaan paksa(untuk tidak mengatakan, penggarongan, perampokan,dkk) bagasi penumpang tanpa alasan yang jelas. Artinya jaminan keamanan di negeri ini nyaris sempurna tidak terjaminnya. Jaminan keamanan adalah hal yang vital dalam konsep penyelenggaraan public service di mana pun berada…mungkin termasuk pelayanan publik di akherat yang konon dalam Al -Quran sering digambarkan dengan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi.

Teman saya yang pernah pulang dari UK beberapa tahun lalu berbagi kisahnya tentang buku, aksesoris yang dibelinya dari UK untuk temen-temenya di Indonesia itu digerayangi oleh penjahat kerah biru di Soekarno Hatta airport. Sarannya adalah agar gemboknya besar kalau kita pasang di bagasi jika kita pulang dari luar negeri. itu. renungkan gembok saja harus besar, artinya gembok kecil saja tidak cukup. Tidakkah ada pemahaman bahwa barang yang digembok itu berarti orang lain tidak punya hak membuka, apalagi mengambil. Boleh jadi untuk securty membuka paksa, tapi untuk mengambil paksa tanpa alasan yang clear yang rasional. Ini perbuatan yang melawan hati nurani publik.

itu sepenggal kisah di Indonesia.

Memasuki Changi airport kesan pertama clean, dan terang benerang sepertinya penjahat dari kerah manapun tidak bisa sembunyi bandingkan dengan Jakarta yang remang2 menggioda sekawanan orang berkerah dan tidak berkerah mencoba menguji nasibnya. di Changi orang-orang menawarkan diri untuk menolong, jika petugas melihat kita sepertinya bingung mencari gate atau toilet langsung menghampiri kita dan menanyakan apa yang bisa dibantu? Bandingkan di Indonesia yang penulis alami sendiri hanya minta bantuan lalu orang dengan malas-malasan menunjukkan tor gak jelas pula. Ini penulis alami sendiri. dan semoga hanya saya yang mengalaminya, Kawan.

Bandara yang besar ini, siapa pun akan rela membayar pajak lantaran fasilitasnya yang memukai, alay bantu jalan (eskalator), kereta dorong yang ringan, dan toilet setiap sekian meter ada, free acces internet, tempat istirahat, kursi yang nyaman, dan yang paling penting kita tidak dihantui oleh preman atau pemeras.

Bagi saya. pemerintah Indonesia yang sudah cukup tua itu belajar dari tetangganya yang muda ini untuk kepentingan rakyatnya yang kelam diberbagai sisi kehidupan. Mulai dari yang kecil, mulai dari pengelolaan sampah, kebersihan WC di berbagai publik space di Indonesia akan menjadi lebih baik di kemudian hari. Di USA, saja masih banyak tulisan mengenai pentingnya kebersihan, if not now when, if not us who yang mau peduli pada kebersihan.

Satu lagi, di negara-negara yang peduli kebersihan, tempat sampah meteka minimal 3 jenis, ada yang empat kayak di Narita airport, ada yang bahkan lima. Artinya, ini akan mengusir kegamanangan penumpang yang transit akan penyebaran penyakit. Hal lain, pemeriksaan di airport kita merasa sangat ketat di negara lain lantaran fleksibelitas di negeri sendiri yang sering terjadi KKN. Doktrinya: peraturan dibuat untuk dilanggar. Sedangkan di negeri orang rule of the game itu bagian dari nyawa petugasnya makanya harus ditegakkan dan dimuliakan. Tidak banyak peraturan mereka, tapi ditaati. Di negeri kami, peraturan ribuan jumlahnya dan hanya sedikit persen saja yang ditegakkan. Minimnya low enforrcement ini melanda diberbagai lini kehidupan….yang menjadikan kita terbiasa acuh terhadap aturan…ketika ke negara lain, serasa berat menjalankan tertibnya prosedur.

Kesan, saya Changi airport itu memang luar biasa, cuman disana tidak menemukan air minum gratis sebagaimana yang tersedia di Narita-Tokyo lantaran penulis lebih nyaman mendapatkan air dari pada makanan dalam perjalanan. Thanks japanis Government, Thanks also to the Changi AIrport officer, and unforgetable my country: INDONESIA!

Narita, June 20,2010

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: