jump to navigation

Ngaji atau Nyanyi? July 5, 2010

Posted by lapsippipm in opinion.
trackback

Oleh Haris Suhud

“Al Qur’an bagai pelita dalam gulita, bagai bintang bagi Nelayan, bagai Fajar sedang mengembang , bagai pohon rindang bagi gembala, bagai setangkai bunga bagi para pecinta , bagai setetes air bagi musafir, bagai tifa bagi penyair….”

Judul di atas merupakan dua aktivitas yang harus dipilih oleh remaja Islam saat ini yaitu antara Ngaji dan Nyanyi. Fakta yang diperoleh oleh penulis tentunya aktivitas Nyanyi lebih banyak digemari dari pada Ngaji. Hal ini menunjukkan remaja Islam saat ini telah jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an sehingga mereka banyak yang terjerembab dalam lumpur kenistaan dan kehancuran, seperti : Narkoba, Free sex, Aborsi, dan bentuk kemaksiatan lainnya yang tak terbendung.  Padahal Alqur’an adalah merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim, tetapi apa yang terkandung di dalam Al Qur’an telah dilalaikan oleh mereka yang mengaku Islam.

Banyak tontonan di TV tentang kompetisi penyanyi yang mendapat hadiah tinggi sedangkan perlombaan Ngaji sulit kita temui di TV, sehingga generasi Islam terperosok ke dalam acara tersebut, kebanyakan orang tua pun mendukung  dan menginginkan anaknya menjadi artis Ngetop yang mendatangkan banyak uang sehingga orang tua lupa daratam dengan amanah Illahi kepadanya. Dengan demikian seorang anak tidak didesain (dididik) menjadi anak yang sholeh yang berbakti pada orang tua, bangsa dan Islam tetapi secara tidak lansung orang tua telah mendidik anaknya menjadi anak yang materilistis, cinta pada dunia dan takut pada mati.

Masjid-masjid, Mushola-mushola sepi dengan aktivitas Ngaji sedangkan rumah-rumah, bioskop-bioskop, Cafe-cafe  penuh dan ramai dengan aktivitas Nyanyi atau pemutaran film. Sekali lagi, ini menandakan telah muncul generasi artis dan akan sulit muncul generasi Qur’ani yang meneruskan estafet dakwah Islam untuk generasi mendatang. lebih parahnya ini tidak hanya terjadi pada kaum remaja saja tetapi genarasi anak-anak, kaum tua juga ikut andil di dalamnya. Astaghfirullah… mau diarahkan kemana desa kita dan bangsa ini?

Apa sebenarnya yang telah terjadi ? tentunya kita kembalikan kepada sistem pendidikan yang ada saat ini dan bagaimana peran orang tua dalm mendidik anaknya. pembelajaran Al Qur’an atau lebih luas lagi pembelajaran ilmu agama Islam lambat laun semakin dikurangi dan selalu diabaikan, selalu menonjolkan bidang-bidang tertentu yang itu penulis anggap kurang penting seperti dalam pengembangan potensi diri dalam menyanyi, mari kita tengok aktivitas remaja saat ini mereka selalu berhura-hura hidup di tengah kebahagian yang semu tanpa disentuh nilai-nilai Islam sehingga mereka tidak punya nyali untuk menghadapi era globalisasi yang serba canggih ini sekaligus mengancam.

Akhir-akhir ini lembaga pendidikan telah menjamur dimana-mana. Di tengah derasnya arus pendidikan modern yang mengikuti perkembangan zaman, sejenak lembaga pendidikan di pesantren, Masjid dan Mushola sedikit banyak terlupakan dan dilupakan. Perannya semakin memudar dan tergantikan lembaga pendidikan Modern yang tidak menyentuh akhlakul karimah. masyarakat lebih percaya bahwa lembaga pendidikan modern lebih menjanjikan pendidikan anak-anaknya, oleh karenanya kebanyakan output pendidikan Modern mengalami kemunduran luar biasa dalam bidang moral dan etika karena minimnya pengajaran akhlaq (agama) yang diberikan di sekolah umum. berbeda dengan institusi Pesantren, Masjid dan Mushola yang jelas berorientasi untuk mencetak generasi Qur’ani yang yang memiliki pola pikir (Aqliyah) dan pola sikap (Nafsiyah) Islam dan mampu mengaplikasikanya di tengah masyarakat. sehingga sejak awal perlu dicanangkan proses penataan generasi muda melalui proses pendidikan Islam agar menjadi lebih baik.

Jika umat Islam jauh dari Al-Qur’an pasti akan dekat dengan keterbelakangan dan akan menuju sebuah kehancuran, bisa kita lihat faktanya saat ini kemiskinan merajalela, berbagai musibah telah menimpa dan krisis ekonomi semakin melanda. sebaliknya, jika umat Islam selalu mengamalkan apa yang ada dalam Al Qur’an tentunya akan mengalami suatu kemajuan dan kejayaan baik dari segi Ekonomi, Politik, Sosial karena semua itu sudah ada penjelasan didalamnya. karena Al Qur’an adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (Hudal Lil Muttaqin) bahkan Al Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan.

Saat ini umat Islam mempunyai pekerjaan rumah (PR) yang besar untuh memulihkan akhlaq umat Islam  itu sendiri. sudah saatnya umat Islam kembali pada Al Qur’an, kepada Islam secara kaffah untuk menjemput kembali kejayaan Islam. tentunya itu bukan suatu yang mudah. para Orang tua, Guru harus extra keras dalam mendidik anak-anak didiknya supaya menjadi generasi-generasi  yang handal dalam bidang Ilmu agama dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Karena itu hadiah terbaik untuk generasi muda adalah pendidikan akhlaq yang mulia yang akan menyelamatkan mereka dari akhlaq yang tercela. mari kita kembalikan Al Qur’an sebagai pegangan hidup mereka. Masjid-masjid, Mushola-mushola sudah saatnya diramaikan kembali dengan aktivitas Ngaji jangan sampai terkalahkan dengan aktivitas duniawi, dengan Ngaji kita akan dekat dengan pertolongan Illahi. sehingga akan menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Indonesia ibarat rumah yang terbakar, mudah-mudahan Godog  masih terselamatkan. kita harus bisa menyelamatkan apa yang bisa kita selamatkan, yaitu : Al Qur’an, Hadist dan Generasi muda masa depan. Tapi sayang seribu kali sayang hanya inilah yang mampu penulis kerjakan. untuk Guru-guruku tercinta yang ada di desa yang sedang mengajar ngaji Islam dan sastra sisipkanlah nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan.

Wallahu a’lam bishowab

*Pegiat Hismag, Ketua Umum, UKMKI-LDK Universitas Jember.

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: