jump to navigation

Play+science= transformation July 5, 2010

Posted by lapsippipm in Read n Learn.
trackback

By: David Efendi

Tulisan ini terilhami oleh beberapa hal yang dekat dengan saya. Pertama, istri saya seorang guru TK yang setiap hari mendampingi anak-anak usia 5 tahun-an bermain sambil belajar dan belajar samabil bermain. Setahu saya, banyak hal yang diterima sebagai nilai oleh anak-anak yang diberikan ketika bermain. Mereka, anak-anak ini, punya mekanisme tersendiri untuk meredakan stress atau rasa tertekan sehingga selalu berada dalam kondisi fun ketika belajar. Mekanisme ini berjalan tanpa proses yang rumit berbeda dengan ketika sudah berumur dewasa betapa sulit mengendalikan emosi, frustasi dan rasa stress ketika belajar. Saya mengalaminya sendiri dan butuh perjuangan untuk melupakan rasa stress walau sesaat saja. Kedua, di dekat rumah ada anak-anak cerdasa yang memang selalu diajak orang tuanya belajar sambil bermain atau berkunjung ke lokasi-lokasi yang dapat diambil pelajaran seperti tokoh buku, main game, rumah sakit, stasiun kereta api, dan bahkan sampai ke acara pemakaman, dan sebagainya. Bukankah ini belajar dari realitas yang akan terus diingat oleh anak-anak.

Saya menemukan rumus diatas (Play+science= transformation) ketika membaca the Jakarta Post dalam youthspeak yang mengutip penulis asing yang saya lupa namanya. Saya membacanya di Perpustakaan UI Jakarta. Semua tulisan tersebut mengupas betapa penting menjaga keseimbangan hidup dengan bermain. Banyak hal yang seharusnya bisa didapatkan dari aktivitas bermain terlebih yang melibatkan banyak teman dan bisa diambil lesson learn-nya. anak-anak yang diberikan ketika bermain. Bermain jangan hanya untuk permainan tapi gali nilai sosial seperti halnya anak kecil usia TK atau SD yang merupakan sosialisasi dini terhadapa lingkungan dan ini akan berdampak pada kehidupan berikutnya yang mesti dilewati anak-anak sekarang. Sayang, kalau para orang tua dan kita meremehkan pentingnya permainan semasa anak-anak bahkan dewasa dan orang tua jika bermain diartikan sebagai ”refresh” otak atau apa yang sering kita dengan sebagai ”hiburan”.

Percaya atau tidak permainan bisa menjadi media yang sangat penting dalam transfer of knowledge and value dalam pendidikan baik di rumah, di sekolah maupun di Universitas. Beberapa tahun yang silam saya bergabung dengan organisasi besar yang sering kali dilanda konflik dan salah satu jalan keluar untuk mereduksi stres dan konflik adalah bermain bersama seperti sepak bola, berenang, tenis meja, dan sebagainya. Nyatanya keadaan bisa menjadi lebih baik, lebih kompak, lebih friendly dan sebagainya. Manfaat itu dalam jangka pendek bisa dirasakan.

Dengan banyak berkomunikasi dalam permainan diyakini akan membawa kita pada keadaan yang ter-transformasi-kan dari keadaan yang kurang gairah, kurang semangat menjadi lebih kuat dan terbangkitkan emosi untuk meraih prestasi. Ini memang perlu dibuktikan dalam kehidupan kita masing-masing tapi intinya kita harus bisa mentransformasikan diri, warga belajar kita dengan mengambil nilai-nilai yang terpendam dari permainan, dari hiburan, dan dari aktivitas kecil yang kita jalani setiap saat. Bukankah hidup hanya senda gurau, kenapa kita mesti serius setiap saat? Bukankah kita harus senyum dan ceria setiap waktu? Kalau bisa mengapa tidak? Kalau bukan sekarang kapan lagi kita bisa senyum. Lets play over!

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: