jump to navigation

Lebaran Para “Pujangga” September 9, 2010

Posted by lapsippipm in Poems.
trackback

by Dekpendi, David

Sebuah puisi, adalah senjata

sedangkan senjata adalah doa

Buah karya bukan sembarang pujangga

inilah sair nyanyian sunyi di kampoung Manoa

Meski bang Toyip belum pulang juga,

Meski ketupat belum juga kelar di rekayasa Opor,

apalagi masih tahap dibicarakan pula

Dan air mata rasa kangen-rindu mengalir

Begitu derasnya, Rabb

Kami sedang jauh dari para kekasih hati

Meski bedug belum gemuruh ditabuh

tak sabar menunggu lebaran,

tak sabar menunggu syawalan

Apalagi uncle SAM sudah mendahului bermaafan

Rasanya ingin segera melepaskan kata-kata bertenaga

Seperti kata para pujangga dalam tarian bedug-nya

Dimana saja berada,

kuucapkan Selamat hari raya idul fitri Minal Aidzin wal faidzin

Mohon maaf lahir bathin Kembali ke fitrah,

kembali ke yang autentik

keseimbangan hakiki baik yang ilahi atau yang manusiawi

Selamat merayakan kemenangan-kemenangan kecil

Menuju kemenangan-kemenangan besar Suatu saat nanti

Peluk “thanksgiving day”

Rayakan kesucian hatimu

Dimana saja engkau berada

Sept 8,2010 Lebaran di Kampung Melayu Manoa

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: