jump to navigation

Komunitas Islam Rayakan Idul Fitri di Hawaii September 11, 2010

Posted by lapsippipm in Catatan hati.
trackback

David Efendi

Ramadan berakhir bagi beberapa orang memang sangat menyedihkan dimana pada bulan ini mahasiswa Islam sering berkumpul buka sahur bersama dan tarawih. Demikianlah yang dilakukan mahasiswa Islam Indonesia selama bulan ramadan mereka jugaseirng mengadakan potluck sejenis makan bersama dengan membawa makanan lalu dimakan bersama-sama dengan mahasiswa islam lainnya baik untuk berbuka atau sahur. Ramadan memang istimewa dana banyak orang menghormati termasuk di dormitory (asramah mahasiswa Indonesia) yang disedikan fasilitas dapur 24 jam bagi mahasiswa Islam untuk sahur dan sebagainya.

Sehari sebelum idul Fitri ada suasana sedih terlihat di raut muka mahasiswa asal Indonesia. Mereka rata-rata mengaku ingat rumah apalagi di Indonesia sudah mendahului lebaran sebab selesih 17 jam sehingga terasa sekali perasaan ingin dekat keluarga dan ingin mudik. Orang bilang ini namanya homesick mendadak sebab banyak memori dan hal yang menyenangkan di hari kemenangan jika dirayakan di kampung halaman. Ada  8 Mahasiswa baru di University of Hawaii yang memang pertama kali idul fitri jauh dari keluarga dan merasakan sangat berat jauh denga keluarga sehingga mereka saling curhat dan memasak bersama untuk meringankan rasa sedih dan kangen rumah. Pada malam hari menjelang idul fitri 3 mahasiswa Indonesia malakukan sholat isyah berjamaah di dormitory dan membaca takbir bersama-sama layaknya di kampung halaman. Suasana yang hening itu sangat menyentuh hati dan penuh penghayatan diikuti tetesan air mata sesekali.

Di saat memanasnya isu pembakaran Al qur-an di USA oleh kelompok Pendeta fundamentalis di Florida yang direspon ummat islam di berbagai negara disertai kecaman keras atas rencana tersebut, suasana damai damai dan penuh toleransi kita jumpai di Hawaii. Komunitas Islam yang terdiri dari berbagai negara menyelenggarakan sholat idul fitri di Manoa Park, Honolulu pada hari jumat tanggal 10 september 2010. Sekitar 300 jamaah hadir meramaikan idul fitri tahuan ini. Jumlah ini sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah ummat islam di Hawaii yang menurut Mike, warga Hawaii sekitar tiga ribu orang.

Semenjak pukul 8.00 takbir versi timur tengah sudah diihentakkan dan mahasiswa Indonesia agak sulit mengikuti nada-iramanya karena sangat berbeda. Kata Agussalim, Mahasiswa PhD di University of Hawaii at Manoa nada takbiran tetap lebih bagus di Indonesia sayang kita tidak bisa merebut komando takbirnya. Sholat Id dimulai pukul 9.30 oleh Imam Ismail dan penceramah oleh Imam Abdullah dari Australia yang menyampaikan banyak pengetahuan mengenai kontribusi ummat Islam dalam membangun peradaban dan nilai-nilai kemanusiaan yang memang tidak diragukan lagi kebenarannya. Beliau mengutip buku baru dari ilmuwan sejarah bahwa tanpa Islam tidak ada yang namanya Eropa modern seperti hari ini.

Seusai sholat id dan ceramah sebagai bagian tidak terpisahkan, panitia sudah menyiapkan beragam kue dan minuman untuk jamaah sebagai breakfast dan ramah tamah dengan jamaah lain yang berlatar belakang negara,ras dan suku yang berbeda-beda. Barangkali inilah nilai islam yang sebenarnya terlihat dalam unity of diversity mulai dari kulit gelap, hitam, warna,sampai putih ada semua dalam persaudaraan Islam universal yang seharusnya menjadi pembelajaran bagi penghuni bumi di mana pun berada.

David Efendi

Honolulu, Hawaii, USA

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: