jump to navigation

Kehidupanku October 16, 2010

Posted by lapsippipm in Poems.
trackback

By David Efendi

jika kata tak lagi memberi makna
bahkan hanya menorehkan luka
lalu buat apa bersuara
jika tangan tak lagi dikehendaki tuk bergerak dan berkarya
bahkan hanya menumpukkan beban yang makin menggunung
lalu buat apa tangan bergelora memindai apa saja
tak ada yang unik dan tunggal Kecuali DIA
lainnya mesti memerlukan pasangan
ada sedih ada duka
ada suka ada cita
ada sukses ada gagal
ada laki ada wanita
ada anak ada orang tua
ada murid ada guru
ada gunung ada laut
ada siang ada malam
ada tinggi ada rendah
ada air ada udara
Ya Allah ya Ilahy Rabby
semua insan mesti bergerak mencari siapa sejatinya mitra dunia fana
tuk berkelindan bersama merajut asa
membingkai dengan kata dan karsa
ITU butuh Kebersamaan
jikalau semuanya SALING menghendaki
Jika tidak pun
ihktiar telah dipancangkan
impian telah dikibarkan
pantai harapan melambaikan tangan
tak henti karena angin badai
menggapai dan melambai
menunggu siapa saja
yang masih punya harapan
jika pun tidak
pantai kehidupan tempat kaki dipancangkan
menjadi makin sesak menohok tebing dan dinding dada
hingga ke pusaran tedalam rasa manusia
sesak dan menyesakkan
tak lagi bisa menengadah ke depan
dada kesakitan
hati penuh luka
kepala memberatkan
yang ada adalah menunduk
hidup dalam kegalauan
ketakmampuan yang dihakimi diri
pantai harapan tetap melambaikan tangan
pantai impian tetap menggapai
siapa saja yang mau tengadah tegak melihat ke depan
lalu menjulang
menatap langit yang maha luas
cakrawala lautan ilmu yang tak bertepi
hikmah bertaburan di berbagai sudut kehidupan
semua menunggu tangan indah
yang basah oleh bacaan hamdalah
dialiri kekaguman yang tinggi akan SANG MAHA SUCI
Maha Penentu kehidupan ini
Ya Allah berilah daya tuk menyebrang samudera permsalahan
lautan pertentangan
gelombang ketamakan
gunung laut kesombongan
hati keras sang coral batu karang yang menghadang
Hanya Engkaulah Maha Pemberi daya
akankan terlalu berani kita sekedar terpekur tanpa daya
ini baru awal KEHIDUPAN,
amien
yogya yang dingin sunyi sepi, 16 juli 2008

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: