jump to navigation

Carrefour, Untuk Hidup Yang Lebih Baik? November 26, 2010

Posted by lapsippipm in opinion.
trackback

By David Efendi

“The giant body kills a well-proportioned body” (anonim)

Carrefour yang dikenal sebagai supermarket asal prancis itu punya impian dalam trademarknya: Carrefour, untuk hidup yang lebih baik. Branding Carrefour Indonesia tentu luar biasa bahkan lebih terkenal dari branding Indonesia: ulimate diversity yang sangat awam bagi kebanyakan orang termasuk saya jikalau tidak menulis paper kuliah tidak bakalan mengenal branding atau slogan negeri sendiri.mUngkin ada baiknya menyimak sekilas sejarah carrefour di note pendek ini.

Carrefour, bahasa perancis, yang artinya persimpangan jalan merupakan kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Perancis. Carrefour adalah kelompok ritel terbesar di eropa dan kedua terbesar setelah Wal-Mart. Sampai saat ini mayoritas sahamnya masih dikendalikan oleh Jose luis duran sekeluarga. Gerai Carrefour pertama dibuka pada 3 Juni, 1957, di Annecy di dekat sebuah persimpangan (carrefour, dalam Bahasa Perancis). Kelompok ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Hingga kini, gerai pertama ini adalah gerai Carrefour terkecil di dunia. tidak seperti carrefour lainnya yang karyawannya menggunakan sepatu roda untuk menjelajahi luasnya tuh gerai. Kelompok Carrefour memperkenalkan konsep hipermarket untuk pertama kalinya, sebuah supermarket besar yang mengombinasikan department store (“toko serba ada”). Mereka membuka hipermarket pertamanya pada 1962 di Sainte-Geneviève-des-Bois, dekat Paris, Perancis. dan sekarang total gerainya sekitar 15.000 dengan karyawan sekitar 700.000 di seluruh dunia.

Karena carrefour ini bukan milik bangsa sendiri tentu banyak kelemahan ekonomi nasional dan lokal lantaran miliaran uang mengalir ke dompet orang di negeri jauh. Pemerintah yang ‘bodoh’ tidak berfikir dampak panjang dan lebar dari model pasar kapitalisme modern ini. Asal dapat pajak dan investor asing sudah senang. Bahkan kesenangan itu dilegitimasi dengan disahkan undang-undang PMA baru (UU 25/2007) yang jelas sangat pro-neoliberal, pasar bebas, leissez-faire. Sesuai dengan ari kata carrefour, bahwa kehidupan lebih baik itu ada dipersimpangan jalan di Perancis, sementara rakyat miskin tetap bergerak menuju kemiskinan absolut. Bangsa ini hanya mendapat uang parkir, uang bayar pipis dan BAB plus BAB dan kotoran lainnya. Sementara yang labanya trilyunan rupiah bergelimpangan kesenangan di negeri entah di mana.

Gerai Carrefour di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih, Jakarta. Di Indonesia, Carrefour memiliki 41 gerai di sepuluh kota, yaitu Bandung, Bekasi, Bogor, Denpasar, Jakarta, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Terhitung setidaknya terdapat 52 cabang carrefour. Belum matahari, hero, wallmart, makro, ramayana dan sebagainya. Ini merupakan porter negara yang berbentuk republik, ekonomi pancasila kerakyatan tapi praktiknya pasar bebas dan pro kapitalisme.

Mungkin sekarang supermarket ini di Indonesia menjadi sarang kapitalis yang paling diandrungi di Indonesia karena harganya konon terbukti murah. Dengan harga murah dapat barang besar yang ujung-ujungnya tidak terlalu bermanfaat sesampai di rumah. Model penjualan barang seperti ini sama persis dengan supermarket atau giant market di Amerika seperti Costco, Wall Mart. McDonald dan sebagainya. Dalam kasus McDonal, kita hanya mengeluarkansekian dollar dari saku kita mendapatkan paha atau dada ayam dnegan pelayanan fast food tapi survey membuktikan bahwa kandungan dalam makanan ini sama sekali tidak berguna untuk kebaikan organ tubuh (bahkan diduga sebagai biang keledai penyakit obesity di Amrika). Hal serupa terjadi manakalah anak kos-kosan belanja meja ke carrefour, sudah tahu kamar kos kecil nekad beli meja besar produk luar di carrefour dll, ujungnya gak bermanfaat di dalam kamar sempitnya.

Beberapa hari yang lalu, kita di kelas bersama mahasiswa dari China, korea Selatan, dan Amerika diskusi bagaimana dampak supermarket terhadap pengusaha kecil dan menengah di daerah urban dan semi-urban di banyak negara. Ternyata kasusnya mirip dengan Indonesia yaitu menjamurnya berbagai anak cucu supermarket atau hipermarket di seluruh pelosok kampung, perempatan jalan antar kecamatan atau antar kelurahan dan sebagainya.

Jika pemerintah diam, pura-pura tidak tahu tentu banyak anak bangsa ini akan terperosok dalam jurang kemiskinan lantaran sudah kehilangan kail, tidak cukup tersedia ikan untuk sehari pun tidak ada. Walau tersedia kail tapi tidak ada tempat memancing, karena tempat memancing sudah direbut oleh model indomart, alfamart, dan sebagainya. Taruhlah contoh, seorang anak kecil mau beli permen harus ke indomart, seorang remaja beli rokok ke alfamart, dan nenek-nenek cari teh ke indomart, sementara di sana kanan kiri jalan depan rumah banyak toko kelontong kecil, kios dan sebagainya tidak menjadi pilihan hanya bisa jadi persoalan gengsi dan sebagainya. Kehadiran gengster kapitalism dalam berbagai bentuk super atau hiper market tersebut akan membunuh ekonomi kerakyatan sebagai tubuh proporsional dari ekonomi nasional ini atau meminjam istilah yang saya dapatkan dari Prof. John Wilson,”The giant body kills a well-proportioned body”

Untuk memproteksi rakyat lemah dari terjangan badai kapitalisme yang tidak mengenal peri kemanusiaan dan kehewanan tersebut, bagaimana kalau tugas negara kita kepada orang miskin itu memberikan Ikan, kail, dan juga ajari bagaimana cara memancing, di mana harus memancing dan cara memasarkan dan bersaing dengan para kapitalis plus berikan jaminan jika kalah akan mendapatkan safety net. Sempurna tugas negara dan setelah itu pensiunkan negara ditempat yang aman.

Honolulu, Nov 24,2010

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: