jump to navigation

Jalan Menuju Revolusi Peradaban Sampai di Wall Street, USA October 3, 2011

Posted by lapsippipm in opinion.
trackback

Dave Efendi, Pengikut Tarikat Online

 

“Apa saja yang terjadi akhir-akhir ini adalah tepat dalam skenario-Nya. Hanya kita tidak atau sedikit mengerti. Inilah buah ajaran Cokro Manggilingan” (Tarikat Online, Ki Daud Jogo Samudro)

Menulis catatan kecil ini, telah mengorbankan jam tidur dan santai di hari minggu. Selain itu juga menggagalkan acara makan malam dan minum kopi sambil membaca dan membolak-balik halaman buku yang sudah lebih dari 70 aku pinjam bulan lalu. Ini sudah Oktober. Kalau dihitung ini sudah hampir tiga pekan protes di Wall Street berlangsung (semenjak 17 September-3 October 2011). Suasana ini tidak nyaman tentunya, dan keinginan pulang kampung semakin kuat. Walau ada keinginan untuk ikut bergabung dalam demontrasi di berbagai kota di Amerika nampaknya ini terlalu mahal biayanya sebagai warga negara bukan Amerika. Tetapi saya pasti, juga sangat anti kerakusan kapitalisme. Bulan depan ada ajang Kaum Kapitalisme bersandiwara di APEC, di Hawaii. Termasuk, dari Bangsaku sendiri akan ikut meramaikan pentas kaum kapitalis itu.

 

Sejak minggu lalu, kabar wall street semakin santer diberitakan di berbagai media mulai di TV, Radio, tweeter, FB, dan You Tube. Semakin kuat kesannya sementara korban protester yang ditangkap juga semakin banyak, hingga detik ini mungkin sudah lebih 700 demosntran ditangkap paksa. “Ini adalah gejala protes yang sudah lama terpendam semenjak resesi ekonomi tahun 2002 dan kegagalan Wall Street mengurangi dampak resesi ekonomi global.”, kata salah satu pengamat. Lalu, yang lainnya berpendapat bahwa gerakan protes ini adalah dampak dari Arab Spring atau revolusi di belahan bumi Middle east yang menjalar dan dijadikan inspirasi para demonstran yang tidak dapat diidentifikasi. Seperti di Mesir, gerakan ini tidak terorganisasi, satu sama lain tidak kenal, tenpa pemimpin (Leaderless), tetapi massif di mana-mana. Berbagai blog diupayakan dibuat untuk memberikan informasi, menyampaikan protes dan dukungan. Begitu juga di FB, di Tweeter, dan lain-lainnya. “Revolusi tidak ada yang bisa memperkirakan secara tepat” begitu salah satu bunyi alert di salah satu web terbesar gerakan protest wall street ini (see http://www.occupytogether.org/).

 

terkait revolusi peadaban, atau tepatnya radical evolution. Dalam masyarakat Jawa, banyak pengetahuan yang menuturkan akan adanya siklus peradaban. bahwa pada tahun 2012 konon berdasarkan matematika para leluhur akan terjadi perubahan secara fundamental. Bentuknya bisa beragam, baik secara matematika geologi, geografi, atau sosial politik, budaya secara keseluruhan. Terkait perubahan wajah bumi dan populasi sudah ditunjukkan semenjak tsunami di samudra Hindia, Merapi, Jepang, China, Kelaparan di Afrika, Badai di Amerika. Lalu dibidang sosial politik, revolusi di dunia Arab, kerusuhan di Inggris, Kriminalitas di Oslo, Norwegia, dan sekerang menjalar di Wall street Amerika. Serentetan pertanda ini kemudian menautkan ramalan jawa dengan ramalan suku Maya yang kira-kira akan bertitik tolak pada tahun 2012 nanti. Ada apa? Qiamat? kita masih menunggu kepastian sampai hari H berlangsung.

 

Di Jawa keadaan tidak pasti disebut zaman edan atau zaman kolobendo, dimana kejahatan dan kebenaran tidak jelas batasannya sebagaimana terjadi di negeri Indonesia. Siapa koruptor dan pahlawan sudah melebur, penjahat dan wistle blower tidak jelas akhirnya mana yang akan meringkuk ditahanan dan keluar masuk menikmati kemewahan. Di dunia sekular, keadaan tidak menentu disebut resisi, depresi, atau revolusi dimana mesyarakat mengalami shock, disorder, dan uncertainty sangat besar sehingga mempengaruhi perilaku psikologis. Ada penjarahan, demonstrasi, looting, dan seterusnya. Keadaan ini jika berlangsung lama akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Jika Amerika saja kolap maka negara yang menyokongnya akan berlarian karena takut akan keruntuhan. China yang akan meminjamkan uang bisa batal akibat lemahnya struktur ekonomi Amerika yang ternyata dihuni kapitalis rakus yang berumah di Wall Street (pusat finance terbesar dan sangat fragil karena bukan sektor riil hanya statistik).

 

Gerakan protest Wall Street ini mulai dipopularkan dengan nama “Occupay Wall Street” atau menduduki Wall street yang dianggap sebagai sumber mala petaka dunia. Kelompok yang tergabung ini kabanyakan kaum terdidik dan orang kampus yang tahu matematika ekonomi global. Perpolitikan Amerika sedang sangat labil. Obama di goyoang oleh kelompok oposisi baik di parlemen maupun ekstra parlemen. Lapangan pekerjaan baru belum siap diterapkan sudah muncul berbagai protest. Namun, protes ini akan menemukan momentum besar untuk perubahan jika syarat-syarat terpenuhi seperti yang terjadi di Middle east. Para aktifis pun sedang mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi martir. Ini negara yang mengklaim paling demokratis. Jika ada larangan demonstrasi, seluruh jagad akan “meludahi” Amerika. Dan sebagaimana ramalan Jawa, ini adalah masa penelanjangan. Zaman telanjang-menelanjangi kebobrokan sudah dimulai dari runtuhnya rezim diktator, bocornya kawat rahasia diplomasi AS di Wikileaks, tertangkapnya para koruptor di negara “dunia ketiga” dan tersingkapnya rahasia skandal sex para pemimpin di belahan negara sekular. Dan masih banyak lagi.

 

Kepolisian USA semakin anarkis dan kehilangan kesabaran akan semakin memperkuat tingkat eskalasi ledakan demonstran. Walau sebenarnya media sangat menurunkan tensi pemberitaannya mengingat ketakutan akan mengalami dampak yang besar bagi perekonomian Amerika. New york Times yang biasanya paling besar spacenya memberitakan proses demonstrasi anti kemapanan yang sering memunculkan insuragency dan penjarahan (uprising) . Protest event (suasana protes) kini hanya dikembangkan melalui FB, tweeter, dan segala terkait internet. Berbeda sekali, NYT ketika memberitakan demonstrasi di dunia Arab tahun lalu dan sekarang, terkait negeranya sendiri mereka harus hati-hati sebab NYT tahu persis betapa pemberitaan media sangat mempengaruhi konstelasi politik dan eskalasi konflik. Pemberitaan media akan menjadi sarana pertemuan antar kelompok dan mengorganisasi diri. Memang, secara teoritik aksi sporadis dan well organized mempunyai masing-masing kelebihan dan kekurangan. Semakin sporadis akan memunculkan militansi dan daya juang (tetapi akan membutuhkan waktu lama), sementara well organized akan mempercepat proses negoisasi (atau kooptasi). Media juga akan membrikan peluang dna struktur kesempatan akan terbentuknya apa yang disebut McCharty (1984) sebagai SMOs (Social Movement Organization) dan SMI (Social Movement Industry) bahkan SMS (Social Movement Sector). Ketiga stuctur baru ini akan membuat gerakan semakin sistamatis untuk mengalahkan sebuah dominasi atau structur yang tidak adil. Demikian yang saya pelajari dari kelas dengan Prof Patricia Steinoff, Social Movement)

 

Selain gerakan ini melalui media jejaring sosial ditularkan, manariknya gerakan ini muncul diberbagai negara bagian secara serentak, membuat blog secara serentak, dan menyediakan berbagai flyer yang dapat digunakan sebagai profil pics, atau dicetak dan digunakan untuk demonstrasi turun ke jalan. Ratusan atau bahkan ribuan flyer sudah terkopi diberbagai media di website atau video-video singkat. Flayer itu bernada solidaritas yang sangat kuat. Misalnya we are 99% untuk mengatakan bahwa kita ini mayoritas jangan sampai kehidupan kita ditangan kelompok elite yang hanya 1% yang menguasai Wall Street (perdagangan uang). Solidaritas ini akan emnyatukan etnis, agama, gender, profesir apa saja atas nama mayoritas dan demokrasi. Kalkulasinya, akan mampu menumbangkan rejim moneter yang bernama Wall Street Finance. SEMOGA SAJA! Web penyedia flyer itu seperti: http://occupychi.org/fliers/, http://www.occupytogether.org/2011/09/23/downloadable-posters-are-now-available/, dan sebagainya.

 

 

Untuk melengkapi perjalanan perjuangan anti kerakusan kapitalisme ini bisa ditelusuri beberapa link video dan web yang sedikt banyak akan membantu memperjelas bagaimna aksi-aksi dan suara expersikan oleh kaum demonstran yang notabene anak muda ini. Silakan di klik link http://www.youtube.com/watch?v=9LaAEnB9owY, http://www.youtube.com/watch?v=MdMGGBX-cTg&NR=1, http://www.youtube.com/watch?v=IS4DoLvFYYg&NR=1, http://www.occupytogether.org/. Ada kemungkinan speerti saat wikileak bocor beberapa agen Amerika akan melakukan pembajakan terhadap website, dan memasang virus didalamnya. Ini saya alami waktu saya mau mendowload dan copos semua kawat berita yang bocor tahun lalu. Jadi kita tetap waspada dengan virus.

 

Oct 3/4-2011

Advertisements

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: