jump to navigation

Surat Pembaca: Tarif Parkir Tak Adil October 5, 2011

Posted by lapsippipm in opinion.
add a comment


KOMPAS Jogja – Rabu, 05 Apr 2006   Halaman: 4   Penulis: Efendi, David   Ukuran: 1251   Pengindex: anto

Surat Pembaca

 

Sebagai mahasiswa yang berasal dari ekonomi kelas gurem, anak petani, saya merasakan ada kejanggalan ketika melihat tarif parkir kendaraan bermotor di Jalan Malioboro dengan di kawasan Taman Pintar.

Kenapa? Memang sebagai anak kampung, saya baru sekali parkir motor di Malioboro hari Sabtu lalu. Saya kaget ketika memberi uang parkir Rp 1.000, petugas itu memberikan uang kembali Rp 500.

Saya melihat kejanggalan pada tarif parkir karena masyarakat yang mau belanja (the haves) di Mal Malioboro hanya dikenai tarif Rp 500, sedangkan mahasiswa atau pelajar yang berkunjung ke kompleks Taman Pelajar harus membayar Rp 1.000. Saya kok tergelitik, bagaimana keberpihakan pemerintah kota terhadap dunia pendidikan di kota pelajar ini. Ini persoalan sepele tetapi menjadi cerminan yang tak bisa dinafikan. Oleh karena itu, political will pemkot perlu dipertanyakan ulang. Saya pribadi berharap, kalau bisa kompleks Taman Pintar itu seperti perpustakaan terbuka, public space, ruang publik, tempat pelajar berdiskusi dan berkreasi, pusat baca-baca. Maka, seharusnya tanpa pungutan parkir. Itu pun kalau bisa.

 

DAVID EFENDI Mahasiswa Fisipol UGM

Halaman D

Advertisements

Dua Benua, Dua Diktator dan Satu “Ethnograper” [Online] October 4, 2011

Posted by lapsippipm in opinion.
add a comment

Dave Efendi

Kita adalah 99% dari anak bangsa yang BELUM kehilangan akal waras dan budi mulia. Kita adalah anak bangsa banyaknya 99% yang masih percaya akan keberadaan KPK memusuhi Iblis dan setan koruptor. Kita adalah 99% dari masa depan bangsa. Hanya 1% yang anti KPK itu bukan bangsa putih, itu dragula yang jumlahnya tak seberapa. Hanya 1% yang sedang melawan kebenaran. mahluk 1% itu tidak sulit kita binasakan hanya mereka bertuhan uang dan bernabi koruptor. Partai apakah ini? Mari kita hancurbinasakan dengan jalan yang damai!” (Status FB 3 Okt/11)

Dua benua artinya memposisikan saya yang sedang tinggal dibagian terororial Amerika dan berasal dari salah satu kota di Indonesia di salah satu negara di kawasan benua Asia. Facebooker merupakan penamaan tersendiri pada orang yang suka menggunakan facebook untuk berbagai kepentingan. termasuk untuk meneriakkan komplain, revolusi, atau sekedar menulis untuk menghibur diri sendiri.  Pada kesempatan ini saya mencoba mendiskripsikan dua kejadian penting di belahan dua benua ini. Pertama, gerakan anti wall street di seluruh Amerika dan negara-negara lain yang simpatik. Kedua, adalah gerakan mendukung KPK di Indonesia.

Diktator adalah musuh setiap manusia, musuh zaman kebebasan. Di dunia global diktator itu adalah sektor ekonomi fiktif yang berpusat di Wall Street (kini sedang menuju proses keruntuhan di USA), dan di Indonesia kita tahu diktator yang masih invisible alias sembunyi adalah regim korup yang sedang bersatu padu menyelamatkan diri dan memusuhi KPK. Kedua diktator itu adalah musuh nyata, hanya pandangan kita terbatas dan masih ragu untuk melangkah. Mahasiswa bersatulah?! kaum pekerja seluruh dunia berseruhlah! Para jurnalis, facebooker, penggemar tweeter bersatulah dan turunlah juga ke jalan tembak diktator tepat di jantung dan kepalanya.

“OCCUPY TOGETHER” WALL STREET

Saya mencoba menjadi seorang ethnographer online. Saya merasakan dua gerakan ini terjadi dalam waktu relatif sama kira-kira dua pekan terakhir ini. Kedua kasus, saya tidak langsung berpartisipasi dalam aksi lapangan namun saya benar-benar terlibat dalam suasana kebathinan yang sangat kuat. Saya mengikuti beberapa tweeter tentang gerakan menguasasi Wall street ini dan saya juga tergabung dalam beberapa FB terkait serta memberikan koment-komen dalam tweeter berisi dukungan kepada mereka.

Dalam berbagai blog, web, FB, tweeter, dan life streaming radio dan video terkait gerakan occupy WS nampak sangat militan dan menjalar dilakukan diberbagai negara bagian dan kota. Infrastuktur berupa teknologi internet luar biasa didayagunakan untuk mensupport aksi jalanan dan lapangan. Bahkan, berbegai FB dan blog menginformasikan kontak lawyer agar ketika brhadapan dengan agen negara dapat mengajukan pembelaan. Pasti, semua orang sam dimata hukum, protes adalah hak asasi bagian dari freedom. Walau demikian, nampak polisi federal atau negara bagian mulai kisruh alias kehilangan kesabaran. Seorang teman sekelas saya, orang Amerika Corp namanya memberitahukan saya tadi dikelas. Polisi atau agen rahasis dibayar jutaan dollar untuk mengamankan demonstran. Wajar saja polisi menjadi angkuh dan tidak ramah (tidak sepeerti biasa). Dalam teori rational choice, polisi atau agen keamanan tidak berada dijalan yang keliru. Mereka juga punya masa depan, jika situasi tidak menguntungkan atau penuh ketidakpastian mereka akan mengambil jalan untuk memilih mana yang paling banyak mendapatkan keuntungan. Keuntungan material, kini, adalah paling prioritas.

Diktator yang dikonstrucsikan adlaha analogi dari keruntuhan diktator di Middle east, semantara dikatator di Amerika adalah rejim Wall Street sebagai spekulan raksasa menganai angka-angka ekonomi yang selama ini penuh manipulasi dan ketidakadilan. Dari WS ini negara miskin diperas, kebijakan bobrok dipaksakan di negara-negara kurang maju. Sebenarnya kita semua (negara Indonesia-pen), bisa menolak US Dollar, dan akan kita saksikan keruntuhan negara nenek moyang kapitalis ini.

DUKUNG KPK (dan ANTI KPK)

“Saya harus menyampaikan dengan nada keras “Partai Keadilan Sejahtera, untuk menyebut oknum, sedang menjadi pahlawan bagi koruptor, menyatupadukan gerak melawan KPK, tentu sponsornya banyak untuk bekal pemilu 2014 walau PKS harus menempuh jalan NERAKA yang penting bisa mengamankan surga dunia-nya. Jika demikian, PKS memang layak disebut Partai Koncone Setan”

Indonesia memang negara yang agak sulit untuk melakukan perubahan secara mendasar lantaran kendala geografi, etnis, dan ideology yang terlalu beragam. Selain itu, alphanya pemimpin yang dapat diterima secara luas menjadi ‘solidarity maker’ sebagimanap peran yang pernah dampuh oleh Sukarno atau para pemberontak lainnya seperti Pangeran Diponegoro, Kahar Mudzakkar, Tan Malaka, dan sebagainya. Tokoh karismatik yang sedang berjaya sering lupa dan malah bunuh diri akan kekuatannya sendiri dengan menjadi sektarian atau politisi. Guru bangsa, kini, pun tidak bisa lebih bergerak selain seruan moral dan perdebatan di media. Menjadi rakyat Indonesia memang capek, tenaga dikuras oleh elit penguasa dan pejabatnya.

Taruhlah contoh, berbagai laporan pemberantasan korupsi. Uang 500 juta kayak seribu rupiah, uang 500 miliar kayak seharga lima ribu, dan 6 trilyun bukanlah persoalan besar di Jakarta. Kita tahu, para pedagang asongan, petani kecil itu di desa-desa, untuk mendapatkan 5 ribu saja mereka sudah kering keringatnya. Para penguasa di negeri ini betul-betul menyakiti nurani rakyat. Tidak hanya sehari dua hari, sepanjang hidup mereka.

Ketika belahan dunia Arab terjadi revolusi atau gelombang demokratisasi keempat, semua ingin menjadi lebih baik Indonesia nampak sibuk berwacana soal pemberantasan korupsi dan semua hanya lips service. Tidak presidennya tidak menteri dan angota DPR-nya. Ketika kelompok massa di Amerika, serius mencari biang kerok krisis global dan pemiskiinan global serta memburuknya keadaan planet bumi lalu ketemulah WALL STREET sebagai ‘iblis’-nya, kita tengok di Indonesia, anggota DPR, menteri, dan para koruptor menggalang kekuatan untuk menyerang KPK karena dianggap teroris bagi koruptor. Betul sekali, KPK menjadi teroris tetapi untuk kebaikan bangsa secara jangka panjang. Hanya saja, rakyat tidak tahu apa keuntungan mendukung KPK? apa keuntungan mengutuk koruptor? apa keuntungan demonstrasi atau terlibat aksi jalanan? Mereka punya rasionalitas, berdasarkan alam pikir dan pengetahuan serta pengalaman masing-masing.

Di Amerika ada gerakan boycott WS, ada aksi jalanan, aksi di media online dan seterusnya masif diberbagai negara bagian baik melalui mass protest atau wacana online. Di Indonesia, walau nyata persoalan dan spesifik bahwa korupsi adalah biang kerok dari kebobrokan bangsa tetapi tidak banyak yang menyuarakan lantasan sistematikanya korupsi ini dilakukan. Tidak hanya presiden dan menterinya, anggota DPR/D dan DRPRD dan partainya serta pelaku pengusaha busuk. Mereka berbagai uang jarahan, bahkan ustadz, kyai, dan guru pun dibagi uang subhat alias tidak jelas itu. Bagaimana gerakan sosial bisa berjalan? Kendala bukanlah dari sang diktator musuh tetapi internal juga mengalami pembusukan luar biasa. Kita tengok, Ormas mana yang serius melawan korupsi? serius mendukung KPK? semua yang ada mencari selamat.

Bagus untuk dicatat, liberalisasi politik yang menjalar dengan kencang di Indonesia sudah mampu mengubah kubu-kubu konservatif dalam ideologi menjadi super kapitalis dan oportunis-pragmatis dalam pilihan politiknya. Partai keadilan Sejahtera(PKS) sebagai partai “keluaran surga”, awalnya baunya harum dan mengundang simpati publik kini kita tahu nalar berfikirnya lebih liberal dan anti-agama dibanding partai sekuler. PKS mau mengorbankan diri menjadi bemper gerakan anti KPK atau menolak kewenangan KPK untuk merasuk dalam upaya pembersihan sarang tikus di DPR atau senayan. Petanya jelas, mumpung KPK belum masuk istana maka harus dihadang di senayan dulu. PKS, dan elemen-elemen kecil msayarakat layaknya jongos atau tumbal yang dikorbankan oleh korporatokrasi koruptor yang sudah menggurita. Semakin menggurita semakin sulit ditembus. Hal ini sudah diingatkan oleh George Junus Adicondro dalam bukunya Gurita cikeas (2010) dan cikeas kian menggurita (2011).

Situasi demikian sulit melahirkan pahlawan yang bisa memusuhi diktator uang dan diktator raja (penguasa) semisal gandhi atau Anna Hazare di India yang dengan damai malawan korupsi namun bisa menggerakkan jiwa dan nurani orang India di pelosok sekalipun. Karismanya alamiah, muncul sebagai reflekasi kemanusiaan dan kesatuan budi dengan alam, dan manusia pada umumnya dimana setiap manusia berhak mendapati mimpinya tergapai, nafkah lahir dan bathinnya terpenuhi. Dan dalam hal ini, korupsi adalam proponen atau antagnis dari segala kebaikan budi manusia. Karena itu Anna Hazare puasa selama seminggu untuk menentang koruptor dengan jalan sunyi berbekal pemahaman agama dan kemanusiaan yang tinggi. Di Indonesia, seruan moral tokoh lintas agama tidak membekas, goncongan KPK justru mendapat perlawanan balik dari koruptor dan anteknya (the corruptor fight back). Pasti ada yang salah dalam masyarakat, dalam sistem yang sedang dan telah dirusak penguasa liberal (segala cara halal untuk menaklukkan massa).

Artinya apa? saya harus mengatakan ironisme yang luas biasa pasca reformasi. Banyak orang mengklaim eksponen reformasi 1998 tetapi tingkah pola korupnya melebihi kelompok yang memang profesinya sebagai koruptor. Sebagaimana peringatan Buya Syafii Maarif, ketika politik sudah menjadi mata pencaharian lalu hukum halal haram dan baik buruk cukup menjadi urusan bidang agama dan alim ulama saja. Di arena politik, suara tuhan adalah suara uang (terutama di badan anggaran). KPK adalah satu-satunya harapan. Walau presiden bisu terkait isu mendasar ini, kita masih bsia berharap ke KPK apa pun alasannya termasuk jika benar pak Beye mundur dari urusan pemberantasan korupsi kita akan menjadi saksi sejarah bahwa 99% rakyat kita masih waras (baca petikan status fb diatas). Jika harapan reformasi dan pemberantsan korupsi tidak ada lagi, lalu mau kemana bangsa ini dikuburkan? kalau tanah kuburan saja sudah menjadi target koruptor?!

Jalan Menuju Revolusi Peradaban Sampai di Wall Street, USA October 3, 2011

Posted by lapsippipm in opinion.
add a comment

Dave Efendi, Pengikut Tarikat Online

 

“Apa saja yang terjadi akhir-akhir ini adalah tepat dalam skenario-Nya. Hanya kita tidak atau sedikit mengerti. Inilah buah ajaran Cokro Manggilingan” (Tarikat Online, Ki Daud Jogo Samudro)

Menulis catatan kecil ini, telah mengorbankan jam tidur dan santai di hari minggu. Selain itu juga menggagalkan acara makan malam dan minum kopi sambil membaca dan membolak-balik halaman buku yang sudah lebih dari 70 aku pinjam bulan lalu. Ini sudah Oktober. Kalau dihitung ini sudah hampir tiga pekan protes di Wall Street berlangsung (semenjak 17 September-3 October 2011). Suasana ini tidak nyaman tentunya, dan keinginan pulang kampung semakin kuat. Walau ada keinginan untuk ikut bergabung dalam demontrasi di berbagai kota di Amerika nampaknya ini terlalu mahal biayanya sebagai warga negara bukan Amerika. Tetapi saya pasti, juga sangat anti kerakusan kapitalisme. Bulan depan ada ajang Kaum Kapitalisme bersandiwara di APEC, di Hawaii. Termasuk, dari Bangsaku sendiri akan ikut meramaikan pentas kaum kapitalis itu.

 

Sejak minggu lalu, kabar wall street semakin santer diberitakan di berbagai media mulai di TV, Radio, tweeter, FB, dan You Tube. Semakin kuat kesannya sementara korban protester yang ditangkap juga semakin banyak, hingga detik ini mungkin sudah lebih 700 demosntran ditangkap paksa. “Ini adalah gejala protes yang sudah lama terpendam semenjak resesi ekonomi tahun 2002 dan kegagalan Wall Street mengurangi dampak resesi ekonomi global.”, kata salah satu pengamat. Lalu, yang lainnya berpendapat bahwa gerakan protes ini adalah dampak dari Arab Spring atau revolusi di belahan bumi Middle east yang menjalar dan dijadikan inspirasi para demonstran yang tidak dapat diidentifikasi. Seperti di Mesir, gerakan ini tidak terorganisasi, satu sama lain tidak kenal, tenpa pemimpin (Leaderless), tetapi massif di mana-mana. Berbagai blog diupayakan dibuat untuk memberikan informasi, menyampaikan protes dan dukungan. Begitu juga di FB, di Tweeter, dan lain-lainnya. “Revolusi tidak ada yang bisa memperkirakan secara tepat” begitu salah satu bunyi alert di salah satu web terbesar gerakan protest wall street ini (see http://www.occupytogether.org/).

 

terkait revolusi peadaban, atau tepatnya radical evolution. Dalam masyarakat Jawa, banyak pengetahuan yang menuturkan akan adanya siklus peradaban. bahwa pada tahun 2012 konon berdasarkan matematika para leluhur akan terjadi perubahan secara fundamental. Bentuknya bisa beragam, baik secara matematika geologi, geografi, atau sosial politik, budaya secara keseluruhan. Terkait perubahan wajah bumi dan populasi sudah ditunjukkan semenjak tsunami di samudra Hindia, Merapi, Jepang, China, Kelaparan di Afrika, Badai di Amerika. Lalu dibidang sosial politik, revolusi di dunia Arab, kerusuhan di Inggris, Kriminalitas di Oslo, Norwegia, dan sekerang menjalar di Wall street Amerika. Serentetan pertanda ini kemudian menautkan ramalan jawa dengan ramalan suku Maya yang kira-kira akan bertitik tolak pada tahun 2012 nanti. Ada apa? Qiamat? kita masih menunggu kepastian sampai hari H berlangsung.

 

Di Jawa keadaan tidak pasti disebut zaman edan atau zaman kolobendo, dimana kejahatan dan kebenaran tidak jelas batasannya sebagaimana terjadi di negeri Indonesia. Siapa koruptor dan pahlawan sudah melebur, penjahat dan wistle blower tidak jelas akhirnya mana yang akan meringkuk ditahanan dan keluar masuk menikmati kemewahan. Di dunia sekular, keadaan tidak menentu disebut resisi, depresi, atau revolusi dimana mesyarakat mengalami shock, disorder, dan uncertainty sangat besar sehingga mempengaruhi perilaku psikologis. Ada penjarahan, demonstrasi, looting, dan seterusnya. Keadaan ini jika berlangsung lama akan menimbulkan dampak yang luar biasa. Jika Amerika saja kolap maka negara yang menyokongnya akan berlarian karena takut akan keruntuhan. China yang akan meminjamkan uang bisa batal akibat lemahnya struktur ekonomi Amerika yang ternyata dihuni kapitalis rakus yang berumah di Wall Street (pusat finance terbesar dan sangat fragil karena bukan sektor riil hanya statistik).

 

Gerakan protest Wall Street ini mulai dipopularkan dengan nama “Occupay Wall Street” atau menduduki Wall street yang dianggap sebagai sumber mala petaka dunia. Kelompok yang tergabung ini kabanyakan kaum terdidik dan orang kampus yang tahu matematika ekonomi global. Perpolitikan Amerika sedang sangat labil. Obama di goyoang oleh kelompok oposisi baik di parlemen maupun ekstra parlemen. Lapangan pekerjaan baru belum siap diterapkan sudah muncul berbagai protest. Namun, protes ini akan menemukan momentum besar untuk perubahan jika syarat-syarat terpenuhi seperti yang terjadi di Middle east. Para aktifis pun sedang mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi martir. Ini negara yang mengklaim paling demokratis. Jika ada larangan demonstrasi, seluruh jagad akan “meludahi” Amerika. Dan sebagaimana ramalan Jawa, ini adalah masa penelanjangan. Zaman telanjang-menelanjangi kebobrokan sudah dimulai dari runtuhnya rezim diktator, bocornya kawat rahasia diplomasi AS di Wikileaks, tertangkapnya para koruptor di negara “dunia ketiga” dan tersingkapnya rahasia skandal sex para pemimpin di belahan negara sekular. Dan masih banyak lagi.

 

Kepolisian USA semakin anarkis dan kehilangan kesabaran akan semakin memperkuat tingkat eskalasi ledakan demonstran. Walau sebenarnya media sangat menurunkan tensi pemberitaannya mengingat ketakutan akan mengalami dampak yang besar bagi perekonomian Amerika. New york Times yang biasanya paling besar spacenya memberitakan proses demonstrasi anti kemapanan yang sering memunculkan insuragency dan penjarahan (uprising) . Protest event (suasana protes) kini hanya dikembangkan melalui FB, tweeter, dan segala terkait internet. Berbeda sekali, NYT ketika memberitakan demonstrasi di dunia Arab tahun lalu dan sekarang, terkait negeranya sendiri mereka harus hati-hati sebab NYT tahu persis betapa pemberitaan media sangat mempengaruhi konstelasi politik dan eskalasi konflik. Pemberitaan media akan menjadi sarana pertemuan antar kelompok dan mengorganisasi diri. Memang, secara teoritik aksi sporadis dan well organized mempunyai masing-masing kelebihan dan kekurangan. Semakin sporadis akan memunculkan militansi dan daya juang (tetapi akan membutuhkan waktu lama), sementara well organized akan mempercepat proses negoisasi (atau kooptasi). Media juga akan membrikan peluang dna struktur kesempatan akan terbentuknya apa yang disebut McCharty (1984) sebagai SMOs (Social Movement Organization) dan SMI (Social Movement Industry) bahkan SMS (Social Movement Sector). Ketiga stuctur baru ini akan membuat gerakan semakin sistamatis untuk mengalahkan sebuah dominasi atau structur yang tidak adil. Demikian yang saya pelajari dari kelas dengan Prof Patricia Steinoff, Social Movement)

 

Selain gerakan ini melalui media jejaring sosial ditularkan, manariknya gerakan ini muncul diberbagai negara bagian secara serentak, membuat blog secara serentak, dan menyediakan berbagai flyer yang dapat digunakan sebagai profil pics, atau dicetak dan digunakan untuk demonstrasi turun ke jalan. Ratusan atau bahkan ribuan flyer sudah terkopi diberbagai media di website atau video-video singkat. Flayer itu bernada solidaritas yang sangat kuat. Misalnya we are 99% untuk mengatakan bahwa kita ini mayoritas jangan sampai kehidupan kita ditangan kelompok elite yang hanya 1% yang menguasai Wall Street (perdagangan uang). Solidaritas ini akan emnyatukan etnis, agama, gender, profesir apa saja atas nama mayoritas dan demokrasi. Kalkulasinya, akan mampu menumbangkan rejim moneter yang bernama Wall Street Finance. SEMOGA SAJA! Web penyedia flyer itu seperti: http://occupychi.org/fliers/, http://www.occupytogether.org/2011/09/23/downloadable-posters-are-now-available/, dan sebagainya.

 

 

Untuk melengkapi perjalanan perjuangan anti kerakusan kapitalisme ini bisa ditelusuri beberapa link video dan web yang sedikt banyak akan membantu memperjelas bagaimna aksi-aksi dan suara expersikan oleh kaum demonstran yang notabene anak muda ini. Silakan di klik link http://www.youtube.com/watch?v=9LaAEnB9owY, http://www.youtube.com/watch?v=MdMGGBX-cTg&NR=1, http://www.youtube.com/watch?v=IS4DoLvFYYg&NR=1, http://www.occupytogether.org/. Ada kemungkinan speerti saat wikileak bocor beberapa agen Amerika akan melakukan pembajakan terhadap website, dan memasang virus didalamnya. Ini saya alami waktu saya mau mendowload dan copos semua kawat berita yang bocor tahun lalu. Jadi kita tetap waspada dengan virus.

 

Oct 3/4-2011

Arti Hari Ulang Tahun Anak August 24, 2011

Posted by lapsippipm in Catatan hati.
add a comment

By David Efendi

 

Hafiz dan umi 2011

Hafiz dan umi 2011

Tidak semua orang ‘mensakralkan’ ulang tahun, begitu juga Nabi Muhammad. Sejatinya, beliau tidak pernah merayakan hari milad kecuali diperingati oleh para ummatnya yang ingin sekedar ritual atau memang benar-benar bersungguh-sungguh merefleksikan jejak perjuangan dan militansi dakwahnya. Saya, istri, dan keluarga tidak ada pernah membuat acara khusus ulang tahun. Sesuai habitus kami, ulang tahun adalah upacara khusus bagi kelompok ‘borjuis’, atau kelas menengah kaya di Kota. Tetapi, lambat laun upacara atau perayaan ulang tahun kini sudah sampai di kampung-kampung udik seperti di kampung saya di bentaran kali Bengawan Solo.

 

Sesekali ketika saya pulang ke desa, saya sempat nanya-nanya tradisi atau ritual ulang tahun anak yang mulai bergaya ‘kebarat-baratan’ dan beraneka jawaban pun saya peroleh termasuk dari lingkungan keluarga sendiri. Salah satu jawaban merayakan ulang tahun anak balita adalah sebagai rasa syukur, juga memperbanyak teman agar pergaulan menjadi lebih terbuka dan diterima masyarakat. Itu terkesan jawaban ideal sekali dan dengan penuh rasionalitas baru yang dibangun, akan tetapi ketika dikejar lebih dalam dan jauh ternyata PRIVILAGE, alias gengsi dan mengikuti trend adalah paling layak menjadi jawaban. Karena rata-rata orang tua anak bekerja di Malaysia, maka suasana saling berlomba-lomba menampakkan kesan luar sebagai orang mampu, dan layak dihargai menjadi satu kebiasaan baru yang mapan. Tidak hanya soal itu, soal lomba membangun rumah, lomba memberi pakaian anak, dan juga kegiatan ‘tasakuran’ lainnya yang sering seperti ajang kompetisi. Ada baiknya, tetapi bagi kelompok yang tidak mampu bersaing akan semakin merasa teralienasi dari pergaulan. Kenyataannnya, dari 10 TKI/W yang ke Malaysia yang bisa sukses dan berhasil hanya satu saja sehingga pasti lambat laun akan mengakibatkan kecemburuan sosial baru. Ini dampaknya buruk dalam jangka panjang.

 

Saya terbiasa memberikan ungkapan kata-kata setiap ulang tahun keluarga, termasuk almarhum Ibu, juga ketika istri milad dan si Hafiz Kecil dengan ungkapan itu rasa cinta dan kebersamaan dimunculkan dan diapresiasi. Saya membuat nasehat kecil untuk Hafiz yang entah berapa puluh halaman. Singkat cerita di status FB Hafiz saya tuliskan dengan rasa cinta dan penuh harapan begini: “Selamat Milad, doa kami engkau akan menjadi pribadi mulia yang bisa terbang mengepakkan sayap-sayapmu melintasi samudra, benua, dan menjadi manusia yang menebar manfaat bagi semesta alam raya. Barang siapa bersungguh-sunggu, bekerja keras maka hak untuk memperoleh keberuntungan dunia-akherat adalah jaminan Allah!”

 

Itu adalah inspirasi dari orang-orang mulia yang terus memberanikan diri menjadi khalifah, bertarung dengan tantangan zaman yang telah usai dan kini para ‘tentara-tentara baru’ harus mulai mengencangkan ikat pinggang, tulang belakang untuk memenangkan peperangan itu. Mengenai peperangan memang kita harus merujuk pada ungkapan bijak para guru dan juga satu hal penting yang pernah Nabi Muhammad setelah memenangkan perang Badar (perang besar) bahwa peperangan yang mahadahsyat adalah perang melawan hawa nafsu. Nafsu ini yang sering membelenggu manusia, juga menjadikan seseorang merasa digdaya ketika diuji Allah mendapatkan sedikit ‘kuasa’ untuk memerintah atau menjadikan orang lain berbuat sesuai hasratnya. Sebagai orang tua, sering juga lupa ketika diberikan amanah berupa anak. Ketika anak kecil memang lemah dan membutuhkan kita 1000%, akan tetapi bukan berarti kita kuasai hidup dan matinya sebab sebagaimana kata Kahlil Gibran:

 

 

Anakmu bukan milikmu

Mereka putra putri yang rindu Pada diri sendiri

Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,

Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.

Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan Bentuk pikiranmu,

Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah untuk raganya,

Tapi tidak untuk jiwanya,

Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,

yang tiada dapat boleh kau kunjungi sekalipun dalam impian.

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,

Namun jangan membuat mereka mnyerupaimu

Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,

Pun tidak tenggelam dimasa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah

Anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menentangmu dengan kekuasaan-Nya,

Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,

Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat

Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

 

Dari makna itulah kita harus bersandar dan tersadar bahwa kita tidak boleh digdaya terhadap kekuasan tuhan, juga terhadap anak sendiri. Anak kita, mungkin masih membutuhkan orang tua untuk bangkit dari ‘lemahnya’ akibat fisik yang masih tumbuh dan berkembang namun bukanlah hak kita menentukan masa depannya secara absolut. Nasehat bijak yang aku baca semalaman ba’da sahur yang ditulis oleh H. Jackson Brown, Jr, penasehat profesional bunyinya jelas bahwa sebagai orang tua kita selayaknya menjadi guru, sehabat, dan pelatih yang tangguh di mata anak-anak (Life’s Little Instruction, 1993). Dia juga bilang bahwa untuk para pendidik agar ingat bahwa “…a good example is the best sermon ( uswatun khasanah atau keteladanan adalah khutbah yang terbaik).

 

Satu hal yang perlu kita hindarkan adalah kebiasaan memvonis anak ke dalam kategori orang dewasa seperti ‘anak bandel’, ‘nakal’, ‘kurang ajar’, ‘tidak disiplin’ dan seterusnya yang notabene gelar itu untuk orang dewasa yang sudah melek fikiran dan pengetahuannya. Untuk anak usia dini, di bawah 12 tahun persoalan rasionalitas dan empati memang sedang tumbuh dan tidak boleh dipataharangkan terlalu dini. Sebagaimana ungkapan di Barat: “Dont Judge the Books by its cover” atau bisa kita artikan jangan vonis anak terlalu dini sebelum ada observasi, pengamatan, dan informasi yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau anak-anak sudah siap, bolehlah dimulai untuk “make the rules for your children clear, fair, and consistant” Jadi, aturan pun juga harus berlaku untuk semua anggota keluarga tanpa kecuali dalam arti semua tata kelakuan dan habit harus mendukung untuk tegaknya aturan tersebut. ex. Aturan menonton Tv dan bermain. Semua harus konsisten dan istiqomah.

 

AKhirnya, satu dua patah kata sebagai nasehat untuk Hafiz dan Umi-nya yang terakhir juga berasal dari refleksi selama ini yang ternyata mendapat pembenaran bahwa tradisi membaca adalah sesuatu yang mulia serta televisi adalah monster jahat yang melipat ‘malaikat’ bahkan menyamar menjadi ‘juru selamat’ yang harus kita lawan sekuat tenaga dan pikiran. Maka kita terus perjuangkan untuk read more books and watch less TV! atau bahwa lain; segera matikan TV dan mari membaca!. Kalau demikian, maka insyaAllah berlakulah fatwa Man Jadda Wa Jada dan Man Shabara Zhafira!

 

Hawaii, August 24, 2011

Salam

David Efendi, Trust in God but Lock your Car!

In the Name of Allah March 16, 2011

Posted by lapsippipm in Poems.
add a comment

In the Name of Allah

By David Efendi

Today is your birthday,

You may happy and sad in the same time

Happy because you are given the enough time from Allah so far

Sad because your times has already passed for years

I also feel both when I did the same thing

But, whatever we are filling today

I myself will be glad to say : Happy Birthday my Beloved wife

I will give you the very best love I ever had.

It is only for you forevermore…

Like what you wrote a years ago, ‘we will never fall a part’ until the last breath.

This love from Allah exactly, and return to Him any time

So keep “syukur” to Allah, do the best, keep life healthy

and also educate our son as much as and as good as we can do.

If we do accordingly, Allah will gives us a good reward in the here after

I believe in God, that is why I believe everything what Qur-an says

No doubt about that.

Again Happy return to your day you was born,

Have a nice day with my beloved Hafiz. Finally, just be creative in your life about whatever you have to do.

With the best Love

Abbie, Hawaii, USA, March 17, 2011